Pesimistis, menurut artikata.com
Saya adalah mahasiswa baru di sebuah universitas negeri terkenal di ibukota. Universitas tersebut memiliki reputasi sangat baik dan passing grade yang sangat ketat. Siapa yang tidak tergiur menimba ilmu di universitas terbaik di ibukota? Tempat berkumpul orang-orang yang memiliki kompetensi terbaik dalam bidang masing-masing. Saya, adalah salah satu anak daerah yang tergiur mengadu nasib dan beradu kemampuan dengan orang-orang tersebut. Berbekal semangat dan optimisme tingkat tinggi, saya yang sudah mengantongi status diterima di universitas tersebut pun berangkat.
Disinilah, saya bertemu dan beradu kemampuan dengan orang-orang hebat. Ada yang jebolan SMA TOP ibu kota, putra-putri terbaik dari daerah masing-masing, orang yang mengantongi kejuaraan dari tingkat nasional sampai internasional, bahkan aktivis sosial yang kiprahnya sering saya lihat di media massa pun ada. Sungguh, sebuah situasi yang memberi pressure tersendiri bagi saya.
Sifat pesimistis, disadari atau tidak, adalah sifat yang seringkali saya hadapi ketika saya memasuki lingkungan baru. Dalam proses beradaptasi dengan lingkungan baru tersebut, perasaan kecil hati dan tidak mampu bersaing sering menjangkit dan memadamkan semangat saya. Pemicunya adalah saya merasa mereka lebih hebat dari saya. Berawal dari pikiran tersebutlah, saya mulai kehilangan semangat bertanding saya. Memilih menyingkir dari area pertandingan daripada ikut bersaing dan membuktikan kemampuan diri. Hasilnya adalah saya merasa saya tidak berkembang. I trapped into my downcash.
Pertanyaan yang sering muncul adalah, kenapa mereka bisa sehebat itu? Rasanya semua orang di dunia ini memiliki waktu yang sama, tujuh hari dalam seminggu, dan dua puluh empat jam dalam sehari. Tetapi, kenapa kualitas kami berbeda? Bolehkah saya menyalahkan situasi? Tidak. Tentu tidak ada gunanya.
Lalu, dengan apa saya mengatasi itu? Mencoba berpikir optimiskah? Tentu saja, tapi itu tidak selamanya menyelamatkan situasi kan. Mengurangi rasa minder jelas iya, tetapi tidak lantas membuat saya kembali bersemangat. Lalu dengan apa? Is there any answer to help my problem? Saya berharap dengan menulis ini, setidaknya saya bisa berbagi dengan orang-orang yang mengalami nasib sama seperti saya. Mengetahui kasus saya bukanlah masalah besar adalah kabar baik. Syukur-syukur saya mendapat jalan keluar atas pesimistis saya. Satu hal yang saya tekankan disini, saya tidak mau jadi orang pesimis, saya ingin secepatnya keluar dari perasaan ini! So, passimist!! Help me to solve this situation please :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar